Bisikan “Merdeka” yang lebih mesra

Pekik kemerdekaan menjadi trending hari ini. Bahkan berbagai pengikut jejaring sosial twitter semangat semua ketik”… #17an..”. Status di  berbagai sosial media lain, sebuat saja Facebook yang biasanya ramai dengan curhat dan keluhan hari ini juga tampak lain, banyak mencolek kata  “Merdeka”. Jika Indonesia adalah saya, pasti saya bahagia sekaligus berharap banyak doa dan tekad juga diteriakkan setelah kata merdeka.

Golden Hour (Sumber: Koleksi Pribadi)

Kembali lagi apabila Indonesia memiliki rasa layaknya manusia, pasti ia akan berbahagia karena banyak doa mengalir untuknya hari ini. Doa, harapan, dan tekad adalah kunci utama untuk menyelesaikan perjalanan kita dengan lebih baik. Ya lebih baik. Ini bukanlah sesuatu yang nonsense karena sebagian besar orang percaya bahwa apa yang engkau dapatkan di pagi hari akan mempengaruhi sepanjang harimu, golden hour. Golden hour yaitu detik-detik awal harimu, saat matahari mulai naik diyakini memiliki kekuatan untuk menyemangati diri dan menggambarkan bagaimana engkau akan mengakhiri harimu. Karena itu banyak psikolog dan motivator menganjurkan kita untuk mengisi satu jam pertama hidup kita di pagi hari dengan hal-hal yang dapat memotivasi diri kita seharian. Satu kuncinya yaitu menghindari hal-hal yang dapat memberi hawa negatif misalnya membaca koran (karena sebagian besar koran berisi berita buruk), menghindari hal-hal yang heboh, dan pastinya  find a relaxing activity.

Kembali ke pekik “Merdeka!” hari ini. Bahagia atas banyaknya semangat yang ia bawa. Pekik itu membuat kita serasa kembali di masa Soekarno dan Hatta tatkala berdiri membacakan proklamasi atau bersalaman dan dengan khidmat mengikuti pengibaran bendera. Terlalu berlebihan bukan dengan imajinasi itu?? Ya, karena kita memang dilahirkan dan hidup dalam masa yang berbeda walau masih dalam rumah yang sama, Indonesia. Lihat saja, dulu pekik “Merdeka” menjadi hiasan yang membanggakan karena perjuangan melawan ketidakadilan dan penjajahan mendapatkan buahnya yang paling ranum. Kala itu, pasti semua mengharapkan pekik “merdeka” adalah kunci yang membuka pintu rumah yang penuh dengan damai dan musnahnya ketidakadilan. Tetapi pekik “Merdeka” hari ini selain muncul doa dan harapan, banyak disisipi kekecewaan dan pesimisme yang sarkas.

Memang tidak ada salahnya jika jiwa dari pekik “merdeka” kita berbeda dari masa lalu. Karena memang kita hidup di masa ini dan menuju masa depan. Tapi dengan tuntutan untuk menyelesaikan apa yang telah kita mulai, minimal untuk hari ini. Pastinya kita ingin menyelesaikan hari ini setidaknya lebih baik dari kemaren agar tidak merugi. Jadi kenapa kita tidak isi golden hour kita dengan harapan dan doa tanpa ada hawa negatif yang membuat kita terperangkap dalam pesimisme?? Kita yang menentukan. Ini adalah perjalanan kita. Sendiri? Tergantung. Apabila ini bicara atas harimu maka engkau sendirilah yang menentukan bagaimana engkau mengawali golden hour engkau dengan asa, doa, harapan, optimisme agar perjuangan dalam harimu mencapai cita-citamu. Tetapi pekik merdeka hari ini untuk Indonesia, itu artinya kita semua bertanggungjawab atas golden hour kita. Apalah artinya jika hanya seorang dari 230 juta pemilik Indonesia yang memulai golden hour dengan asa yang positif dilanjutkan dengan perjuangan yang konsisten tanpa dukungan 230 juta minus 1 pemilik Indonesia lainnya?? Tidak akan ada artinya lebih dari bergesernya titik koordinat dari 1,1 menuju 1,1 atau sebenarnya tidak bergeser sama sekali. Bagaimana Indonesia akan menyelesaikan hari ini? Itu semua tergantung bagaimana kita memulai golden hour dan mengakhiri perjuangan dengan maksimal.

Ingatlah, ini berbicara tentang kita. Bukankan ini akan lebih mesra? Ini berbicara tentang kita. Bukankan engkau akan lebih menyukainya? Ini untuk kita. Anak cucu kita. Tidak hanya mesra, ini juga wujud sebuah cinta. Bukankah ini yang engkau nanti? Kalau bukan engkau yang aku nanti, aku bocorkan sedikit rahasiaku, ini yang aku tunggu-tunggu.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 3,240 other followers

%d bloggers like this: